BENCHMARKING TO BEST PRACTICE, DIKLAT PIM III MELAWAT KE PEMKOT SEMARANG

1

bkd.bondowosokab.go.id. Kota Semarang menjadi lokus kegiatan Bench Marking to Best Practice  peserta diklat PIM III Angkatan 8  tahun 2019. Sebanyak 40 peserta diklat melakukan lawatan resmi ke pemerintah kota Semarang untuk mempelajari nilai-nilai positif yang berjalan di lokasi tujuan.

Sekretaris BKD (Drs. Apil Sukarwan) selaku ketua rombongan dari Bondowoso menyampaikan  bahwa kegiatan bencmarking ini akan dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 13 sampai 17 Juli mendatang. Sedangkan unit kerja yang menjadi lokus antara lain adalah dinas kominfo, dinas kesehatan dan dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu (PMPTSP) kota Semarang. “Para peserta akan fokus untuk belajar dan mengumpulkan data serta informasi penting yang akan dijadikan bekal untuk menyusun proyek perubahan,” tutur Apil Sukarwan.

Membacakan sambutan wali kota Semarang, kepala bidang diklat BKPP, Nurul Hidayati,S.IP menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan Pemerintah kabupaten Bondowoso menjadikan kota Semarang sebagai lokus bench marking.

Disampaikan bahwa dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa kota Semarang adalah kota yang unik sekaligus kompleks dengan segenap persoalannya yang melingkupinya. “Alhamdulillah, dalam kurun 6 tahun terakhir, laporan  keuangan kota Semarang diganjar dengan WTP oleh BPK,” papar kabid diklat BPKP.

Bercerita tentang APBD, pendapatan asli daerah kota Semarang mengalami lonjakan signifikan dari 1,8 triliun di tahun 2010, melonjak menjadi 5,1 triliun di tahun 2018. Begitu pula dengan angka nilai investasi yang terus merangkak naik dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Dari 2,8 triliun di 2011 menjadi 27,8 triliun  pada tahun 2018.”Salah satu biang keberhasilan ini adalah penerapan One Single Submission (OSS),”ungkap Nurul.

Nurul juga menyebut bahwa trend kenaikan angka tersebut selaras dengan indeks pembangunan manusia (IPM) kota Semarang yang sekarang bertengger di angka 82,01 melampaui beberapa kota besar lainnya seperti Salatiga,Surabaya, Solo bahkan Bandung.”Bebagai capaian penting tersebut juga tidak luput dari pengembangan “Smart City” yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir,” Imbuhnya

Sementara itu di bidang kesehatan, Universal Coverage Health mencapai 95,47%, sebuah angka cakupan yang cukup fenomenal didukung oleh inovasi berupa pelayanan ambulan hebat secara gratis selama 24 jam penuh yang dibackup oleh keberadaan dokter, perawat, bidang dan sarana emergency.

Di sektor pelayanan publik, kota Semarang mempunyai pusat pengelolaan pengaduan masyarakat (P3M) dan aplikasi lapor Hendi. Beberapa inovasi pelayanan publik lainnya antara lain peluncuran iJusmelon (Ijin Usaha Mikro melalui Online), Kredit Wibawa (Wira Usaha Bangkit Jadi Jawara) dengan bunga murah, pembentukan kampung bahari,Semarang kreatif galeri dan Semarang Digital Kreatif.

Berbagai inovasi dan terobosan penting yang sudah berjalan membuat kota Semarang mengalami laju pertumbuhan ekonomi (LPE)  5,79% di atas LPE nasional  5,04% dan LPE Propinsi Jawa Tengah 5,4%.

Secara umum kegiatan bench marking berjalan lancar, seluruh peserta tampak antusias belajar dan mendengarkan paparan nara sumber dari dinas kominfo, dinas kesehatan dan PMPTSP. Acara pada pagi hingga siang diakhiri dengan saling tukar cindera mata antara pimpinan rombongan pemkab Bondowoso dengan perwakilan dari pemkot Semarang.

 Selanjutnya seluruh data yang didapat oleh peserta akan disusun dalam bentuk karya tulis yang akan menjadi bahan paparan pada sesi seminar malam harinya. (Munir)

https://bkd.bondowosokab.go.id/
/ BERITA

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    << [/content_bar_item] [/content_bar]