YANG KE 8, SAFARI SOSIALISASI KORPRI DI KEC. TAMANAN

BKD-Bondowoso. Info. Setelah beberapa pekan libur, safari sosialisasi pembinaan jiwa korsa Korpri berlanjut di Kecamatan Tamanan (Selasa, 13/10). Sosialisasi kali ini adalah yang ke 8 sejak dibuka di Pendopo Bupati bebera bulan yang silam.

Masih dalam rangkaian menyongsong hari Korpri ke 44 tahun 2015, didampingi oleh beberapa pengurus Korpri kabupaten ketua DPP Korpri Kabupaten Bondowoso (Drs. H. Hidayat, Msi) hadir selaku nara sumber utama. Dibuka oleh Camat Tamanan, acara yang dihadiri oleh kurang lebih 200 orang pengurus dan anggota korpri se wilayah kecamatan Tamanan dimulai diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan Mars Korpri.

Seperti di kecamatan sebelumnya, Sekda Hidayat menyampaikan banyak hal penting terkait dengan eksistensi Korpri pasca diundangkannya UU-ASN dan memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh peserta rapat.
“Ke depan tantangan dan tuntutan masyarakat terhadap kita sebagai pelayan akan semakin berat, sebagai aparatur pemerintah kita diawasi oleh banyak pihak, saya berpesan supaya kita selalu meningkatkan kapasitas, integritas dan kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut,” tutur Sekda memberikan wawasan.

Kepala BKD (Wawan Setiawan, SH,.MH) kembali kebagian tugas memberikan paparan tentang ASN. Selain informasi umum seputar ASN, disampaikan juga oleh-oleh informasi hasil rapat di Batam yakni kepastian akan adanya rekrutmen CPNS 2016. Hanya saja kepastian kuota dan tanggalnya belum final.

Disampaikan pula bahwa rekrutmen CPNS mendatang terdiri dari dua tahap tes yaitu tes kemampuan dasar(TKD) dan tes kemampuan bidang (TKB) dengan menggunakan CAT (computer assist test).

Sebagai bagian dari ihtiar BKD untuk menerapkan disiplin disampaikan pula bahwa tahun depan akan diusulkan penggunaan perangkat fingger dan face print sehingga tingkat kehadiran pegawai dapat dipantau secara real time.

“Ada tiga golongan manusia di sekitar lingkungan kita, pertama orang yang dianggap mempunyai manfaat besar sehingga kehadirannya selalu dinanti dan diharapkan, ketidakhadirannya membuat orang sekelilingnya merasa kehilangan, kedua orang yang ada dan tiadanya dianggap sama saja, dan yang ke tiga adalah typikal orang yang keberadaannya dianggap menyusahkan dan tidak diharapkan, sehingga ketidakhadirannya menyenangkan sekelilingnya, tentu kita semua berharap menjadi type orang yang pertama, “ pungkas kepala BKD menutup paparannya.

Sosialisasi kembali ditutup dengan materi LKBH yang disampaikan oleh ketuanya (Prajitno, SH,.MH) dan pemberian souvenir beserta tabungan dari BPD Jatim. (Munir- Pewarta BKD)

About munir

Lihat Juga

BIDAN EKS PTT KEMENKES MENJADI PESERTA PEMBEKALAN HARI KE DUA

bkd.bondowosokab.go.id. Pembekalan bagi PNS yang akan diambil sumpah memasuki hari ke dua (13/11). Masih di …