SOSIALISASI SERENTAK DI TIGA TEMPAT, KECAMATAN PRAJEKAN, BOTOLINGGO DAN KLABANG

bkd.bondowosokab.go.id. Sosialisasi  Peraturan Kepegawaian hari ini berlangsung di tiga tempat sekaligus. Tiga tempat sasaran sosialisasi antara lain SDN Prajekan Kidul 2 Kecamatan Prajekan, SDN Gayam Kidul 1 Botolinggo dan SDN Sumbersuko 1 Kecamatan Klabang.

Kepala BKD bertindak sebagai narasumber utama di Kecamatan Prajekan. sedangkan di Kecamatan Botolinggo bertindak selaku narasumber antara lain Sekretaris BKD (Drs. Apil Sukarwan), Kabid Penilaian Kinerja dan Penghargaan (Herlan, SH) dan Kasubag Perencanaan dan evaluasi  (Wiji Lestari S.Sos,.MM).

Sedangkan di kecamatan Klabang, bertindak sebagai narasumber antara lain, kabid Mutasi dan Kepangkatan (Alun Taufana, S.Sos) dan Kabid Informasi dan Pengadaan Pegawai (M. Hasan Suryadi, SE,MSi).

Dua materi pokok yang disampaikan di masing-masing lokasi adalah Perturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN dan Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2016 tentang Etika Pegawai.

Dalam forum sosialisasi yang diikuti oleh kurang lebih seratus orang undangan yang terdiri dari unsur pendidikan, kecamatan dan kesehatan, koordinator wilayah kecamatan Prajekan menyampaikan banyak persoalan seputar kekurangan SDM di bidang pendidikan. Korwil juga menyampaikan keprihatinan tentang timpangnya jumlah rombongan belajar dan jumlah tenaga pengajar PNS. “Mohon persoalan ini mendapat perhatian dan solusi dari bapak kepala BKD,” ujar Korwil Kecamatan Prajekan.

Menanggapi soal kekurangan tenaga pendidik, kepala BKD menyampaikan bahwa persoalan ini terjadi di semua kecamatan bahkan di tingkat nasional. Pasalnya, menurut kepala BKD moratorium rekrutmen pegawai yang masih berlangsung dan laju pensiun alami membuat defisit jumlah pegawai kian membengkak. “Maka wajar jika dimana-mana terjadi kekurangan pegawai termasuk tenaga pendidik,” ungkap kepala BKD.

Lebih lanjut, kepala BKD menjelaskan perubahan paradigma pasca lahirnya UU ASN yang tidak lagi bersifat administratif namun lebih kepada manajemen SDM. Oleh karena itu, disampaikan bahwa ke depan kompetensi pegawai akan menentukan karir pegawai.

Lebih lanjut, kasubid kepangkatan dan pensiun (M.Munir, SH.SIP.MSi)  menyampaikan pemaparan tentang kode etik pegawai dan aneka persoalan tentang inovasi di bidang kepangkatan dan pensiun. Dikatakan bahwa dalam kurun waktu dua tahun terakhir BKD Bondowoso telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi penting. Gaji berkala, kenaikan pangkat otomatis dan penetapan pensiun otomatis paperless. “Kami upayakan untuk kenaikan pangkat periode Oktober 2018 kembali  akan diserahterimakan mendahului waktu, oleh karena itu kami mohon dukungan bapak-ibu untuk dapat melengkapi file/softcopy yang dipersyaratkan,” ujar Munir.

Munir juga menjelaskan bahwa salah satu kendala untuk akselerasi kenaikan pangkat paperless adalah kelengkapan berkas yang masih minim  dan masih banyaknya penamaan yang salah.

Dalam kesempatan ini juga Munir memaparkan gagasan baru yakni inovasi pelayanan pensiun. “Kami akan coba lakukan terobosan baru  berupa diseminasi alur dan antar dokumen pensiun untuk mengatasi keterlambatan gaji pensiun yang diakibatkan oleh kekurangpahaman PNS pra pensiun dan penerbitan SKPP yang lambat,” ungkap Munir memberikan gagasan dan disambut positif oleh peserta sosialisasi.

===Team

About munir

Lihat Juga

BUPATI, AMBIL SUMPAH DAN LANTIK PENJABAT SEKRETARIS DAERAH

bkd.bondowosokab.go.id. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan penjabat sekretaris daerah kabupaten Bondowoso usai sudah (Jum’at, 30/11). …