STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN MELALUI REVITALISASI SIMPEG

BKD.Bondowoso.Info. Kepala BKD Bondowoso (Wawan Setiawan,SH,.MH) kembali mengingatkan tentang komitmen seluruh jajaran pegawai terhadap peningkatan pelayanan publik. Hal itu disampaikan di sela kesibukan dan jeda kegiatan dalam mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat PIM II) di aula Antapura Nayaka Wibawa BKD Bondowoso.(04/05)

Paparan Tentang Proyek Revitalisasi SIMPEG oleh Kepala BKD

Pertemuan dilaksanakan untuk membangun komitmen internal terhadap rencana perubahan yang akan dilaksanakan dan dihadiri oleh Sekretaris, para kepala Bidang dan seluruh jajaran staf BKD.

Sebagai SKPD yang mempunyai tugas pokok dan fungsi melayani seluruh kebutuhan administrasi kepegawaian maka dipandang perlu membangun komitmen untuk senantiasa meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat pegawai.

Oleh karena itu sebagai salah satu ihtiar untuk mendorong peningkatan pelayanan kepegawaian kepala BKD menggagas Peningkatan Pelayanan Melalui Revitalisasi Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) di Kabupaten Bondowoso yang sekaligus akan menjadi salah satu inovasi pelayanan publik di BKD.


Seluruh Jajaran Pejabat & Staff BKD menyimak Paparan

“Ide dasarnya adalah pelayanan yang efektif dan efisien dengan basis data yang akurat dan akuntabel,” ungkap kepala BKD. Oleh karena itu dalam waktu dekat akan segera dilakukan identifikasi masalah dan kajian komprehensif terhadap manajemen pengelolaan data pegawai di BKD.

Seperti diketahui bahwa keberadaan SIMPEG sangat penting untuk mendukung sistem manajemen PNS yang rasional dan pengembangan SDM aparatur, selain itu aplikasi ini juga penting untuk menyediakan informasi/ data pegawai yang akurat untuk keperluan perencanaan, pengembangan, kesejahteraan dan pengendalian pegawai.

Selama ini manajemen data pegawai dikelola dengan lebih dari satu aplikasi selain aplikasi yang tersentralisasi yaitu SAPK (Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian) dan dikelola oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara). Sementara di tingkat lokal, BKD menggunakan aplikasi offline/desktop dan aplikasi berbasis web. Namun kedua aplikasi tersebut dirasa belum cukup mengakomodir kebutuhan peningkatan pelayanan pegawai.

Menjaring Usulan Dari Peserta

Kajian dan identifikasi masalah secara menyeluruh menjadi agenda utama untuk dilakukan agar kekurangan yang selama ini masih dirasakan segera tertangani menuju pelayanan yang lebih paripurna.

Dalam kaitannya dengan tugas proyek perubahan sebagai peserta diklat PIM II, kepala BKD menyampaikan bahwa tempat tugas adalah merupakan laboratorium untuk melakukan strategi perubahan yang akan bermuara pada peningkatan pelayanan dan manfaat yang akan dirasakan oleh semua pihak.

“Saya berharap perubahan segera terealisasi, didukung oleh semua pihak dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pegawai,” pungkas Wawan menutup paparannya.

Kepala BKD menghendaki agar ke depan seluruh layanan administrasi kepegawaian semakin efektif dan efisien sehingga untuk layanan tertentu seperti kenaikan gaji berkala bisa diselesaikan dan diterima oleh PNS tanpa melalui proses usulan terlebih dahulu.
(Munir- BKD)

About munir

Lihat Juga

BIDAN EKS PTT KEMENKES MENJADI PESERTA PEMBEKALAN HARI KE DUA

bkd.bondowosokab.go.id. Pembekalan bagi PNS yang akan diambil sumpah memasuki hari ke dua (13/11). Masih di …