PRESENSI DENGAN FINGER/FACEPRINT SEGERA DIBERLAKUKAN

bkd.bondowosokab.go.id. Presensi dengan perangkat mesin absensi fingerspot segera berlaku tahun depan. Begitu informasi yang ditangkap dari sosialisasi penggunaan mesin absensi di aula Antapura Nayaka Wibawa BKD Bondowoso (20/11).

Acara sosialisasi diikuti oleh 135 peserta yang terdiri dari pengelola kepegawaian organisasi perangkat daerah, kecamatan dan SMP di lingkungan pemerintah kabupaten Bondowoso.

Sosialisasi rancangan peraturan bupati tentang penggunaan fingerspot dibuka oleh Drs.Juni Sukarno, MM selaku Sekretaris BKD dan nara sumber utama Kabid Penilaian Kinerja dan Penghargaan (Herlan, SH) dan Kabid Pengembangan dan Informasi Kepegawaian (Hasan Suryadi, SE,MSi).

Implementasi rekam kehadiran  dengan menggunakan perangkat mesin presensi sementara akan dialokasikan terhadap 40 organisasi perangkat daerah  (OPD) termasuk 23 kecamatan di wilayah kabupaten Bondowoso.

Herlan, menyampaikan bahwa implementasi rekam kehadiran dengan bantuan mesin dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan disiplin, merubah budaya kerja, mempermudah pencatatan administrasi tingkat kehadiran, menghindari manipulasi dan sebagai bahan untuk pemberian tunjangan tambahan penghasilan (TPP).

“Mesin absensi akan mencatat tingkat kehadiran PNS secara elektronik sesuai kenyataan, tidak ada lagi unsur manipulasi dan titip titipan,” ungkap Herlan.

Selain itu kabid penilaian kinerja ini mengurai secara detil seluruh klausul konsep Perbup pasal demi pasal untuk mendapatkan masukan dari peserta.

Beberapa catatan penting yang terlontar dari kegiatan sosialisasi antara lain bahwa pemberian TPP akan dipengaruhi oleh akumulasi keterlambatan dan kekurangan jam kerja, tidak masuk tanpa ijin, sakit, cuti dan lain sebagainya.

“Pemberian TPP akan dipengaruhi oleh jumlah prosentase skor masing-masing PNS setelah dikurangi pajak,” Imbuhnya.

Diakui memang pada tahun 2018 tidak semua OPD dapat tercukupi dengan fasilitas mesin absensi karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu untuk unit kerja yang masih belum terpasang seperti kelurahan, SMP dan Puskesmas masih diijinkan untuk menggunakan absen manual.

Instalasi software dan jaringan mesin absensi akan segera terpasang sampai awal bulan Desember 2017 mendatang sehingga Januari 2018 PNS yang pada unit kerjanya sudah terpasang segera melakukan kegiatan rekam kehadiran.

Tiap  OPD dibebani kewajiban untuk melengkapi unit kerjanya dengan sambungan internet, sebab software yang akan digunakan adalah berbasis web sehingga tingkat kehadiran seluruh pegawai dapat dipantau secara realtime.

Sementara kabid Pengembangan dan Informasi Kepegawaian mengulas secara teknis apa yang harus dipersiapkan terkait implementasi rekam kehadiran secara elektronik. “ OPD harus menyediakan satu orang operator yang bertanggungjawab untuk melakukan registrasi sidik jari dan wajah -serta  melakukan cetak rekapitulasi tingkat kehadiran per orang per bulan, “ pungkas Hasan.

“Merubah budaya kerja adalah pekerjaan berat, saya yakin lambat laun juga akan terbiasa dengan mesin absensi, “paparnya.

Implementasi penggunaan mesin absensi memang merupakan pekerjaan yang cukup menguras energi, pasalnya banyak variabel yang berpotensi menjadi gangguan seperti stabilitas koneksi internet, kondisi cuaca, infrastruktur di masing-masing unit kerja dan human error sehingga harus diantisipasi dari awal. (Munir)

About munir

Lihat Juga

BUPATI, AMBIL SUMPAH DAN LANTIK PENJABAT SEKRETARIS DAERAH

bkd.bondowosokab.go.id. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan penjabat sekretaris daerah kabupaten Bondowoso usai sudah (Jum’at, 30/11). …