PESIAPAN PEMBERKASAN CPNS, SEKDA BERIKAN ARAHAN TERHADAP PANITIA

BKD.Bondowoso.Info. Menindaklanjuti  hasil rekrutmen  CPNS Daerah Pemerintah Kabupaten Bondowoso dari Program PTT Kementerian Kesehatan, Guru Garis Depan (GGD)  kementrian pendidikan dan kebudayaan dan THL-TB  (Tenaga Harian Lepas –Tenaga Bantu) kementrian pertanian Tahun 2017, pada hari ini  BKD beserta dinas terkait melaksanakan rapat koordinasi  persiapan pemberkasan.

Rapat dilaksanakan di salah satu ruang pertemuan  bagian organisasi Pemkab Bondowoso, dipimpin langsung oleh Sekretaris daerah (Drs. H. Hidayat,MSi) didampingi langsung oleh kepala BKD (Wawan Setiawan,SH,.MH) dan Inspektur  (Ir. Wahjudi Triadmadji) dan diikuti oleh seluruh unsur yang berhubungan dengan rekrutmen CPNS tahun ini yaitu  dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian serta  segenap panitia yang terdiri dari jajaran pejabat  dari BKD Bondowoso.(01/03).

Membuka acara, kepala BKD memberikan laporan bahwa menurut informasi dari kemenpan RB, moraturium rekrutmen CPNS masih akan berlanjut sampai 2019, kecuali terhadap bidang- bidang yang menunjang  Nawacita, tetap dilaksanakan rekrutmen antara  lain terhadap bidan  PTT, GGD, dan THL-TB.

Hasil tes dengan CAT (Computer Assist Test) terhadap bidan PTT  dinyatakan 81 orang yang lulus. Sedang 4 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat karena usia yang melampaui batas maksimal yakni 35 tahun. Dan mulai hari ini tengah dilakukan pemberkasan di dinas kesehatan dan BKD Bondowoso. Kepala BKD berharap pemberkasan segera selesai untuk ditindaklanjuti dengan entry data melalui SAPK (Sistim Aplikasi Pelayanan Kepegawaian) yang sampai hari ini juga belum dibuka.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menegaskan bahwa, panitia CPNS yang terbentuk ini sifatnya hanya membantu salah satu tahapan. Karena hampir secara keseluruhan kegiatan rekrutmen CPNS langsung ditangani oleh pusat. Sekretaris daerah menyebut bahwa Bondowoso sangat membutuhkan tenaga Bidan. “ Pastikan panitia bekerja secara teliti, jangan sampai dalam proses pemberkasan ada yang tercecer,” Ujar Sekda.

Sejumlah data juga diungkap oleh sekretaris daerah. Angka harapan hidup yang masih rendah, angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, usia perkawinan dini yang masih tergolong tinggi dan indeks pembangunan manusia yang masih jauh dari harapan membuat pemerintah daerah harus melakukan langkah- langkah yang komprehensif. “Saya minta supaya dibuatkan semacam kontrak atau perjanjian dengan para bidan agar setelah diangkat menjadi CPNS dapat mengabdi minimal dalam jangka waktu 5 tahun dan kalaupun setelah itu  harus pindah, dia wajib mencari penggantinya terlebih dahulu, “ ujar Sekda Hidayat.  Kebijakan ini perlu dilakukan lantaran Pemkab Bondowoso membutuhkan akselerasi untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi dan meningkatkan capaian indikator lainnya.

Menjawab permintaan Sekretaris daerah, kepala BKD segera memerintahkan salah satu kepala bidang untuk menindaklanjuti dengan menyusun draft perjanjanjian agar menjadi salah satu hal yang di persyaratkan dalam pemberkasan.

Sedangkan tentang  GGD  dan THL- TB menurut informasi yang dihimpun dari pusat dan disampaikan oleh perwakilan dari Dinas pendidikan dan Dinas Pertanian sampai saat ini masih belum kelar. Informasi yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pertanian bahwa dari 111 THL-TB  terdapat  67 orang memenuhi syarat usia. Namun informasi itu masih berupa jumlah, sedangkan daftar namanya masih belum dikeluarkan oleh pusat. (bkd)

About munir

Lihat Juga

Siap Tempur, 8 Peserta Seleksi Terbuka JPT Paratama Segera Ikuti Tes Kompetensi Manajerial

bkd.bondowosokab.go.id. Kegiatan seleksi terbuka Jabatan Tinggi Pratama untuk dua jabatan lowong yakni pada dinas Ketahanan …

Satu Komentar

  1. Apakah ada informasi terkait GGD pak?