MONEV 2014 – “CATATAN DARI SUMBERWRINGIN”

1

Kamis, 23 Oktober 2014 semua Tim  Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kepegawaian tampak bersiap untuk kembali turun lapangan. Namun setelah dipersiapkan  rencana keberangkatan,  ternyata terdapat 3 tim yang “ready”  untuk berangkat. Satu tim menuju beberapa sasaran di wilayah perkotaan yang terdiri dari beberapa sekolah SD, SMP dan SMK/SMA, satu lagi menyasar beberapa sekolah di wilayah timur seperti Kecamatan Prajekan, Klabang dan wilayah sekitarnya serta  tim terakhir sepakat menentukan sekolah- sekolah sasaran  wilayah selatan yakni Kecamatan Sukosari dan Sumberwringin.

Di sepanjang tahun ini kegiatan Monitoring dan Evaluasi sudah menjadi hal biasa, namun mendekati akhir tahun  menjadi kian  terasa bahwa alokasi waktu yang tersedia sebenarnya terlalu sempit untuk dapat memonitoring dan mengevaluasi  ribuan  guru di ratusan sekolah tingkat dasar, tingkat lanjutan pertama dan atas.  Sehingga kebijakan untuk mendatangi sekolah secara sampling  harus dilakukan untuk menyiasati keterbatasan waktu dan sumberdaya manusia yang sepanjang tahun juga sibuk berjibaku dengan bergunung  kegiatan lainnya.

Ada hal yang menarik dalam perjalanan monev di wilayah selatan, pasalnya salah satu kecamatan yang  menjadi sasaran adalah kecamatan “agropolitan”  Sumberwringin yang sejaklama dikenal sebagai sentra penghasil kopi kelas wahid. Adalah hal biasa bagi setiap orang yang berkunjung ke wiayah ini memendam rasa penasaran terhadap  cita rasa kopi yang konon sudah terkenal seantero jagad.

Setelah dari pagi keluar masuk sekolah di wilayah kecamatan Sukosari dan mencatat aneka persoalan yang melingkupi dunia pendidikan di beberapa sasaran, menjelang siang tibalah kami di sekolah – sekolah sasaran di wilayah Kecamatan Sumberwringin. Membayangkan  mendapatkan suguhan kopi dengan cita rasa internasional tepat pukul 11.00 WIB akhirnya kami tiba di SD Sumberwringin. Setelah melakukan inventarisasi masalah dan persoalan, benar saja…. bertempat di UPTD Sumberwringin yang ditunggu- tunggu akhirnya datang juga, secangkir kopi arabika seduh khas Sumberwringin menemani kami semua, dibumbui dengan obrolan yang mengulas  keunggulan kopi dan aneka prosedur cara pengolahannya sehingga  hingga tercipta  kopi unggul dengan cita rasa istimewa…

Semua anggota tim (Pak Herlan, Pak Navi, Mbak Fitri, Mas Dedi, Bunawi dan Slamet) tampak larut dalam obrolan singkat…sejenak lupakan rasa penat sembari mencicip  kopi panas nan nikmat… aroma coklat berpadu dengan sedikit rasa asam khas arabica cukup meredakan dahaga sekaligus rasa penasaran…

 

Keterbatasan  waktu jua yang membuat kami harus segera memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke kantor.

2

Namun karena waktu sholat dluhur kian menipis, kami sempatkan untuk mencari tempat sholat  terdekat, tak sengaja pilihan kami jatuh pada pesanggerahan Sumberwringin yang cukup  populer dengan sebutan “kamar bola”.  Di rumah peninggalan Belanda inilah kami sempat beristirahat sembari melaksanakan kewajiban sholat. Sebuah bangunan yang tak kalah populer didunia lantaran dijadikan  pos pendaki pertama  baik lokal maupun manca negara – sebelum melanjutkan perjalanan  menuju puncak  raung. Meski di sana sini sudah nampak kusam namun bangunan ini masih nampak kokoh dan kekar. Di sekeliling bangunan nampak aksesories khas Belanda dan dipadati  tetumbuhan serta warna- warni bunga. Hingga sayang bila dilewatkan begitu saja , maka tanpa babibu…..semua anggota tim sejenak berpose di salah satu sudut bangunan yang menjadi icon Sumberwringin ini.

3

Tak terasa hari beranjak sore…maka kamipun bergegas pulang. Perjalanan monev kali ini benar- benar meninggalkan kesan .  Terimakasih Sumberwringin….(anggota Tim)

 

About munir

Lihat Juga

BIDAN EKS PTT KEMENKES MENJADI PESERTA PEMBEKALAN HARI KE DUA

bkd.bondowosokab.go.id. Pembekalan bagi PNS yang akan diambil sumpah memasuki hari ke dua (13/11). Masih di …