KUNKER MENPAN RB, BUPATI REVISI TARGET PENILAIAN SAKIP BONDOWOSO MENJADI A

bkd.bondowosokab.go.id. Kunjungan kerja Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur di pendopo bupati Bondowoso terasa istimewa. (01/05/2017). Didampingi oleh  Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PANRB M. Yusuf Ateh, disamping memberikan pengarahan umum tentang SAKIP dan Reformasi Birokrasi, menpan RB kali ini juga berencana untuk menikmati suasana malam di Kota Bondowoso dimana tidak pernah dilakukan  dalam kunker di kota manapun sebelumnya.

Rencananya malam ini Menpan akan diajak untuk  mencicip  nikmatnya kopi arabica di deretan café yang ada di sisi sebelah selatan Alun- alun Bondowoso. Hadir dalam kunker kali ini antara lain Sekretaris Daerah, Forkopimda , seluruh pimpinan OPD, Camat dan Ketua Aliansi Petani Kopi Indonesia (Apeki).

Dalam sambutannya bupati Drs.H. Amin Sa’id Husni  mendiskripsikan  garis besar tentang kondisi geografis, sosial ekonomi, jumlah penduduk dan potensi sumberdaya alam yang dimiliki Bondowoso. Tak lupa bupati juga memperkenalkan predikat Bondowoso sebagai kota republik kopi.

”Bondowoso ditakdirkan berada di tengah, tidak punya laut, tidak dilalui oleh jalur utama transportasi sehingga perkembangan ekonominya tidak sepesat daerah lain, “ungkap bupati.

“Kondisi ini menjadi kendala sekaligus tantangan untuk terus memacu motivasi agar predikat kota pensiun dapat kita gantikan dengan kota champion,”imbuhnya.

Selanjutnya bupati memaparkan tentang sistim akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP), dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. Bupati menegaskan bahwa semua  organisasi perangkat daerah (OPD) diwajibkan mencatat dan melaporkan setiap penggunaan keuangan negara serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

 

 

 

Bupati menambahkan bahwa bagi seorang pimpinan atau kepala daerah, SAKIP akan berguna untuk bisa mengukur setiap pembangunan atau kinerja yang dilakukan masing-masing OPD. Selain itu, sistem ini bisa juga dijadikan sebagai tolak ukur untuk mempertanggungjawabkan anggaran yang telah digunakan untuk pembangunan daerah.

SAKIP merupakan penerapan manajemen kinerja pada sektor publik yang sejalan dan konsisten dengan penerapan reformasi birokrasi, yang berorientasi pada pencapaian outcomes dan upaya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Panjang lebar bupati Bondowoso memaparkan Visi, Misi, target kinerja dan strategi pencapaian program yang telah disusun menjadi dokumen SAKIP pemerintah kabupaten Bondowoso yang dititik beratkan pada peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat dengan optimalisasi sektor pertanian dan pariwisata.

Sementara itu Menpan RB menyampaikan banyak informasi tentang kondisi birokrasi di Indonesia yang masih berdaya saing rendah. Disampaikan bahwa saat ini jumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) lebih dari 4,5 juta orang yang komposisinya sebagian besar adalah tenaga teknis. “Inilah yang menjadi tantangan ke depan, bagaimana mendorong ASN untuk lebih kompeten dan professional,”ujar Menpan.

Menyinggung soal PPPK (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja), menpan menyampaikan bahwa formasi PPPK sebenarnya disediakan untuk para professional yang mempunyai kompetensi tinggi, sehingga dapat memacu kinerja birokrasi.

“Yang bisa memajukan negara ini adalah penyelenggara negara yang benar, saya himbau kepada para pejabat di kabupaten Bondowoso untuk meningkatkan kompetensi dan bekerja dengan penuh amanah, jangan terlena  oleh jabatan dan kekuasaan, seorang pejabat harus paham tugas pokok dan fungsi sampai detil, karena anda semua adalah ujung tombak birokrasi,” pungkas Menpan panjang lebar.

“Mengapa ASN di Australia sangat maju? Rahasianya adalah Karena setiap institusi diwajibkan untuk menciptakan inovasi setiap tahun,” cerita Asman Abnur.

Oleh Karena itu  ,”Saya mendorong semua kabupaten/kota untuk mengikuti kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun”.

Menpan RB juga menyampaikan bahwa tantangan ke depan masih berat, masih banyak kabupaten kota yang belanja pegawainya diatas 50% sehingga praktis tidak dapat membangun daerahnya. Oleh Karena itu Menpan mendorong semua unsur di Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk lebih keras lagi bekerja agar memperoleh penilaian minimal B.

Menanggapi pernyataan Menpan, Bupati Amin kembali naik podium dan mengajak semua kepala OPD yang hadir untuk berikrar dan bekerja semaksimal mungkin agar target penilaian terhadap SAKIP Pemerintah Kabupaten Bondowoso menjadi A. “Siap bekerja keras?” yang dijawab oleh seluruh kepala OPD dengan kompak…”Siappp!!!”

(Munir-BKD)

About munir

Lihat Juga

BIDAN EKS PTT KEMENKES MENJADI PESERTA PEMBEKALAN HARI KE DUA

bkd.bondowosokab.go.id. Pembekalan bagi PNS yang akan diambil sumpah memasuki hari ke dua (13/11). Masih di …