KONSULTASIKAN MASALAH KEPEGAWAIAN, KA BKD SAMBANGI BKN REGIONAL II SURABAYA

bkd.bondowosokab.go.id. Didampingi oleh Sekretaris (Drs.Juni Sukarno,MM), Kabid Mutasi dan Promosi (Alun Taufana Sulistiadi, S.Sos), Kabid  Pengadaan dan Informasi Kepegawaian (Hasan Suryadi, SE,MSi), Kabid Diklat (I Nengah Suwanda, S.Sos), Kasubid Mutasi dan Promosi (Sulestiono, S.IP, MSi) dan Kasubid Pangkat dan Pensiun (Moh.Munir, SH,SIP) serta satu orang Staf BKD  (Aguk Swi)   menyambangi Kantor Regional  II Badan Kepegawaian Negara Surabaya membawa sejumlah persoalan yang harus dikonsultasikan.(Selasa, 18/10)

Rombongan dari BKD Bondowoso ini disambut langsung olah kepala Kantor Regional II BKN (Tauchid Djatmiko, S.H, M.Si). Di dalam ruangan kerja Ka Kanreg kepala BKD (Wawan Setiawan, SH,MH) menyampaikan maksud kedatangan rombongan dari BKD Bondowoso. “Kami ucapkan terimakasih atas dukungan dari BKN Regional II Surabaya terhadap semua program yang sudah berjalan di BKD Bondowoso,” ujar kepala BKD membuka diskusi.

Kepala BKD Bondowoso sengaja datang bersama para kepala bidang untuk mendiskusikan sejumlah masalah. Beberapa persoalan yang muncul dalam diskusi terbuka bersama Ka Kanreg antara lain tentang  implementasi  kenaikan pangkat otomatis full paperless dengan sejumlah kendalanya, soal peleburan UPT pada beberapa dinas, Implementasi  Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, penetapan jabatan fungsional umum sesuai dengan nomenklatur Menpan, uji kompetensi jabatan fungsional dan beberapa masalah yang  tiba-tiba muncul dalam diskusi.

“Progres pengumpulan berkas digital untuk KPO sudah mencapai 70 % dan terus dikebut,” ungkap kepala BKD. Kepala BKD Bondowoso menyebut bahwa sesuai dengan komitmen bersama untuk periode kenaikan pangkat 1 April 2018 ditargetkan  tuntas dan diserahterimakan kepada PNS pada bulan Pebruari 2018.

Menanggapi progres implementasi kenaikan pangkat otomatis paperless, Ka Kanreg menyampaikan apresiasinya. “Kalau perlu penyelesaian kenaikan pangkat tidak hanya tepat waktu, tapi mendahului dari  periode yang sudah ditentukan, sepanjang  tidak menabrak aturan, “tukas Ka Kanreg.

“Verifikasi semua soft copy  secara teliti dulu sehingga tidak ada lagi istilah TMS atau BTL,”Imbuhnya.

Sementara  terhadap rencana peleburan UPT di Bondowoso, Ka Kanreg menyampaikan bahwa penataan seluruh pegawai pada unit yang dilebur harus dilakukan secara hati- hati dan menghitung  formasi  di setiap unit yang akan menampung. “ Soal kompetensi silahkan dikonsultasikan dengan instansi pembina dulu, sehingga kita mempunyai dasar untuk  pengangkatan kembali pejabat fungsional yang akan disalurkan ke unit barunya, “ papar Ka Kanreg.

Diskusi berlangsung  guyup namun cukup serius,  selama hampir dua jam. Disela dikusi kepala BKD sempat memaparkan perkembangan kabupaten Bondowoso dengan segala program unggulannya. Gaung Republik Kopi sebagai icon baru dibawah kepemimpinan Bupati Amin Said Husni rupanya sudah merambah jauh. Ka Kanreg pun tampak tidak asing dengan istilah Republik Kopi.

Di akhir diskusi Ka Kanreg menyampaikan ketertarikannya terhadap Bondowoso dengan segala perkembangannya. “Suatu saat saya ingin sampai,” pungkas Ka Kanreg. (Munir)

About munir

Lihat Juga

UPDATE DATA SIMPEG DAN BEZZETING, BKD UNDANG SELURUH OPERATOR OPD

bkd.bondowosokab.go.id. Data seluruh ASN Bondowoso dalam Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) harus selalu dimutakhirkan, disesuaikan keadaan …