RESEPSI HUT RI KE 72 BUPATI SERAHKAN PENGHARGAAN SATYA LENCANA KARYA SATYA

bkd.bondowosokab.go.id. Puncak acara kenegaraan berupa malam resepsi dalam rangka peringatan HUT yang ke 72 Republik Indonesia 2017 dan Hari Jadi Bondowoso yang ke 198 dilaksanakan secara meriah di pendopo Bupati (17/08). Setelah pada pagi hari dilaksanakan upacara bendera dan detik – detik Proklamasi serta sore harinya upacara penurunan bendera, malam hari ini resepsi peringatan HUT dihadiri oleh wakil bupati, Sekretaris daerah,   Forum Pimpinan Daerah, semua kepala OPD dan undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, peserta Paskibra, para veteran/pejuang kemerdekaan dan para pemenang aneka perlombaan yang dilaksanakan sepanjang bulan Agustus.

Dalam laporannya, ketua pelaksana peringatan HUT ke 72 (Drs. H.Hidayat,Msi) memaparkan bahwa di sepanjang bulan Agustus kali ini telah dilaksanakan aneka kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Beberapa kegiatan sudah dilaksanakan dengan lancar dan sampai hari ini masih menyisakan beberapa kegiatan lain yang akan berlangsung  sampai beberapa hari ke depan.

Sementara itu dalam kesempatan resepsi malam hari ini juga dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada pegawai negeri sipil (PNS)  dengan masa pengabdian 10, 20 dan 30 tahun. Penerima penghargaan Satya Lencana kali ini berjumlah 96 orang PNS dengan rincian penerima Satya Lencana masa pengabdian 10 tahun sebanyak 38 orang, 20 tahun 34 orang dan masa pengabdian 30 tahun sebanyak 24 orang.

Selain itu, bupati juga menyerahkan penghargaan berupa piala pemenang aneka lomba tingkat kabupaten dari berbagai katagori dan bantuan berupa mobil operasional  bagi belasan desa dari KemendesPDTT.

Dalam pidatonya bupati menyampaikan ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dirasakan oleh segenap bangsa Indonesia. “Perjuangan para pahlawan sejatinya adalah merupakan amanah dan tanggung jawab bagi kita sebagai penerusnya untuk mengisi kemerdekaan dengan penuh tanggungjawab,” ungkap bupati.

Bupati juga memaparkan bahwa banyak hal hal positif sudah dicapai, angka kemiskinan mengalami penurunan  menjadi 15%, indeks Pembangunan Manusia meningkat dari dari sebelumnya pada peringkat 37 se Jawa Timur menjadi peringkat 31, indeks genie ratio mencapai angka 0,3% lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur yang masih 0,4% dan  menunjukkan bahwa kesenjangan sosial ekonomi semakin rendah.

“Kendati demikian, seiring dengan ekspektasi masyarakat yang kian meningkat di tengah aneka keterbatasan, masih banyak PR yang harus diselesaikan,”papar  bupati.

“Oleh karena itu kita terus berupaya untuk melakukan perbaikan terhadap jalannya roda pemerintahan dengan melakukan berbagai langkah efisiensi agar semua program berjalan efektif dan menjamin setiap rupiah dari belanja anggaran yang dikeluarkan benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat Bondowoso,”ïmbuhnya.

Menyinggung tentang adanya kristalisasi politik aliran dan berkembangnya paham primordialisme keagamaan bupati menyampaikan bahwa situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Bupati mengapresiasi kinerja dan peran para tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh partner kerja pemerintah daerah yang telah memberikan andil terhadap kondusifitas wilayah kabupaten Bondowoso sehingga maraknya paham tersebut tidak begitu menggejala di wilayah Bondowoso.

“Mari kita tingkatkan sinergi, semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat sehingga keterbatasan sumber anggaran dapat kita atasi bersama,” ujar  bupati. “Saya mohon dukungan agar upaya perbaikan kinerja pemerintah dapat terwujud dan saya juga mohon maaf manakala di sana sini masih terdapat kekurangan dalam melayani masyarakat, “ pungkas bupati menutup pidatonya.—(Munir)

 

About munir

Lihat Juga

DIKLAT TEKNIS BENDAHARAWAN DAERAH AKHIRNYA DITUTUP

bkd.bondowosokab.go.id. Pendidikan dan pelatihan teknis bendaharawan daerah akhirnya ditutup (05/10). Diklat  teknis berjalan selama 10 hari …