BERBURU PESONA KEINDAHAN IJEN DAN KAWAH WURUNG

BKD.Bondowoso.Info. Kabar tentang keindahan dua destinasi wisata Kabupaten Bondowoso yang sudah mendunia menarik perhatian semua orang. Tak terkecuali dua orang tamu istimewa kepala BKD yang jauh- jauh datang dari kota Malang.

Sabtu sore Kakumdam (Kolonel CHK M. Ali Ridho, SH.M.Hum) dan Kasi undang Kumdam V Brawijaya (Mayor CHK. Syamsoel Hoeda, SH,.M.Hum) menyempatkan diri datang ke Bondowoso untuk melepas rasa penasaran yang sejak lama dirasakan.
Ditemani oleh Kepala BKD (Wawan Setiawan, SH,.MH) dan Pasilog Kodim 0822 Bondowoso ( Kapt Arm. Edy Mulyono) berangkat dari kota Bondowoso sekitar pukul 23.30 WIB menuju kawasan wisata Ijen.

Tiga mobil yang membawa pejabat militer tersebut beriringan menembus kegelapan malam ke arah tenggara dengan target pertama adalah blue fire di puncak Ijen. Kira- kira satu setengah jam (01.00) dinihari kami tiba di pelataran parkir Pal Tuding. Tampak suasana parking area sudah penuh sesak dengan deretan mobil wisatawan asing dan domestik. Sementara itu di sisi sebelah kiri yang berupa tanah lapang tampak penuh dengan tenda pengunjung..

Konon keajaiban sejenis blue fire hanya ada dua di dunia, hingga pantas jika kawasan ini selalu sesak dengan rombongan pelancong baik domestik maupun manca negara.

Setelah persiapan dirasa cukup rombongan yang dipimpin oleh kepala BKD dan Kapt Edy bersiap di depan pintu masuk. Setelah di data dan dihitung, dengan semangat menggebu rombongan beranjak naik melawan hawa super dingin yang menusuk tulang. Cek suhu udara dari termometer yang menempel di dinding pos penjagaan suhu pagi ini nyaris menyentuh angka 2 Derajat Celcius.

Jalan menanjak sejauh 3 km benar- benar menjadi tantangan yang cukup menguras tenaga. Namun perlahan tapi pasti hampir seluruh anggota tim akhirnya sampai ke puncak meski di sepanjang jalan harus menyempatkan diri beristirahat melepas letih.

Menjelang puncak, aroma belerang yang menyengat sudah mulai terasa. Beruntung semua berbekal masker yang dibawa dari bawah sehingga aroma belerang yang beracun cukup ternetralisir.
Meski agak terlambat, cahaya blue fire yang eksotis samar- samar masih terlihat di balik tirai kabut yang pagi ini kebetulan lumayan tebal. Seiring dengan naiknya posisi matahari, penampakan blue fire pun perlahan menghilang dari pandangan.

Sejenak kemudian semua wisatawan yang tengah berada di puncak dapat menikmati sunrise dari belahan timur. Pendar sinar matahari pagi berwarna orange mulai menerpa kawasan puncak. Di sisi sebelah kiri nampak deretan punggung bukit dengan bebatuan terjal dengan tektur berlapis berwarna kuning kecoklatan. Agak jauh nampak gunung dan deretan perbukitan berselimut aneka vegetasi asli yang hijau kebiruan.

Kini semua mata dimanjakan dengan pemandangan alam yang luar biasa. Danau air panas berwarna kebiruan yang membentang cukup luas tersaji dengan indahnya. Tampak seluruh permukaan air mendidih dan mengepulkan asap putih. Sementara itu aktifitas penambang belerang menjadi daya tarik sendiri. Bagaimana tidak ? Mereka para penambang yang mayoritas berusia paruh baya menjalankan rutinitas penambangan dengan peralatan sederhana tanpa kelengkapan yang memadai.

Berpuas puas menikmati eksotisme puncak ijen, kami pun bersama ratusan pengunjung yang lain bergerak turun. Perjalanan turunpun tak kalah menantang, karena kita harus konsentrasi memilih jalan menghindari tanah berpasir yang berpotensi membuat kedua kaki terpeleset. Kamipun harus berhati- hati dengan kondisi lutut yang mulai goyah karena lelah.

Sampai kembali di pelataran parkir, seluruh anggota rombongan mampir di Warung yang biasa kami singgahi. Menu sarapan pagi berupa pecel, rawon dan soto didampingi aneka minuman panas cukup untuk mengobati rasa lapar dan dingin. Maklum dalam kondisi dingin tubuh harus berkompensasi meningkatkan metabolisme, sehingga terasa cepat lapar.

Cukup melepas penat, rombongan melanjutkan perjalanan ke arah Kawah Wurung. Vegetasi asli berupa bunga aneka warna, semak belukar dan hutan heterogen menjadi sajian yang sangat menyejukkan.
Kurang lebih satu jam dari arah ijen, hamparan perbukitan yang sangat luas nan hijau kembali memanjakan mata.

Pose dengan background view Kawah Wurung

Ceruk bentukan alam berbentuk ngarai berselimut hamparan rumput halus bak beludru seluas pandangan mata. Dari bibir kawah nampak sekelompok pengunjung seperti titik bergerak dari kejauhan. Setelah diamati ternyata memang terdapat akses jalan turun dari sisi sebelah kiri kawah. Di sinilah kolonel Ali Ridho menyampaikan rasa puasnya terhadap eksotisme dan keindahan dua destinasi unggulan Bondowoso yang sudah kesohor sedunia.

Puas mengamati dan mengabadikan momen di kawah wurung, rombongan bergerak menuju lokasi pemandian air panas Belawan. Di sinilah Kakumdam dan Kasi undang Kumdam V Brawijaya ditemani kepala BKD menyempatkan diri berendam. Konon air panas dengan kandungan sulfur tinggi mempunyai efek terapis dapat menghilangkan rasa pegal dan gatal karena penyakit kulit.


Lepas dari pemandian air panas, rombongan bergerak menuju Catimore Home Stay. Disambut oleh komandan koramil setempat, rombongan dijamu dengan suguhan sederhana yang cukup mengenyangkan. Di tempat inilah semua larut dalam obrolan santai ditemani secangkir kopi arabica dan hembusan udara segar pegunungan.

Hari semakin siang, rasa kantuk semakin mendera, rombongan bersepakat untuk bergerak turun menuju Bondowoso. Jam 15.00 rombongan tiba di halaman kantor BKD Bondowoso. Sekali lagi Kakumdam dan Kasi undang Kumdam V Brawijaya menyampaikan rasa takjub dan ucapan terimakasih atas kesediaan Kepala BKD dan beberapa stafnya telah memberikan suguhan paket wisata adventure.
Sore itu kedua tamu bersama keluarga kembali ke Ijen Home Stay di bilangan tengah kota Bondowoso untuk segera meluncur ke Malang. Selamat Jalan Kakumdam…..Kami tunggu kedatangan kembali….(Catatan : Munir- BKD)

About munir

Lihat Juga

UPDATE DATA SIMPEG DAN BEZZETING, BKD UNDANG SELURUH OPERATOR OPD

bkd.bondowosokab.go.id. Data seluruh ASN Bondowoso dalam Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) harus selalu dimutakhirkan, disesuaikan keadaan …